ARTIKEL FAVORIT EDISI
 Cara Mendapatkan Buku Koperasi
 Penipuan Atas Nama Puskopkar
 Alamat Pengrajin Gitar
DAERAH
Beken Dengan Tanggung Renteng
Berharap Masuk 300 Besar Ica
Jalan Sehat Sejuta Langkah
Kopkar Yuasa Siapkan Kader
Kospin Jasa Ekspansi Ke Lampung
Melestarikan Batik Khas Tangerang
Sulsel Menuju 10 Provinsi Terbaik
DARI PEMBACA
pasang Iklan
Alamat Pembuat Roti
Alamat Pengrajin Gitar
Bahan Tesis
Cara Mendapatkan Buku Koperasi
Gerakan Menabung
Info Bisnis Di Sukabumi
Korban Penipuan
Penipuan Atas Nama Puskopkar
DEKOPIN
Inilah Humasnya Koperasi
Memperjuangkan Kesetaraan
Menanti Juk Lebih Menusuk
Mencetak Kader Andal
Mengharap Advokasi Lebih Bertaji
Yang Muda Berkoperasi
“kita Harus Menegaskan Pilihan”
FOKUS
Berani Lakukan Ekspansi
Bertengger Di Urutan Enam
Koperasi Polisi Boleh Berbangga
Koperasi Tempo Doeloe Di Jakarta
Kopindosat Terus Melesat
Melayani Hingga Akhir Hayat
Meraup Untung Dari Markas Besar
Predikat Koperasi Besar Tidak Mudah
Sudin Koperasi Amburadul
Tua-tua Keladi
Yang Berjaya Di Belantara Ekonomi Ibukota
‘mereka Tak Berbuat Untuk Koperasi’
INFO BISNIS
Aneka Produk Dan Jasa
Makanan Dan Minuman
Pertanian Dan Peternakan
Souvenir Dan Handicraft
KEUANGAN
Bank Dki-koperasi Perkuat Kerja Sama
KINERJA
Magang Di Jepang Kembali Jadi Pengusaha
Membangun Misi Kompetensi Anak Negeri
“ikopin Perlu Langkah Terobosan”
KOLOM
Mendengar
LAPORAN KHUSUS
Kopkar Pers Is The Best
Meraup Shu Miliaran
Rencana Modernisasi Kopkar Gemah Ripah
Usaha Maksimalis Angka Fantastis
LINTAS KOPERASI
Safari Kacang Ijo
Semarak Harkop 2008
Usul Penataan Supermarket
MANAJEMEN
Keyakinan Yang Menghambat
Sepakati Iuran Anggota Ica
MANCANEGARA
Menggagas Daya Saing Pertanian Asia
NASIONAL
Bulog, Tak Sekadar Melayani Publik
Dari Tasikmalaya Ke Senayan
Kopdit Tak Kalah Dengan Ksp/usp
Ksp Menyambut Dingin
Kur Mikro Via Lkm
Menularkan Sukses Bersimpan Pinjam
Ubah Mindset Koperasi
REHAL
Kisah Tunawisma Jadi Multimilioner
SAPA REDAKSI
Sapa Redaksi Juli 2008
SOSOK
Cukup Mengenal Koperasi
Garap Koperasi Artis
Kuliah Koperasi 1/2 Sks
Reformasi Koperasi
SUPLEMEN
1000 Koperasi Untuk Mura
TITIK PANDANG
Komersial
USAHA
Tiada Henti Berinovasi
WAWANCARA
Bukopin Makin Powerfull
Kembalikan Departemen Koperasi
Merintis Bank Kud
Pembangunan Koperasi, Uu Koperasi Dan Menteri Koperasi
Peran Dekopin Dalam Ketahanan Pangan Dan Energi
Persepsinya Masih Tetap Kecil
Sebatas Ornamen Politik
Swamitra Mengincar Segmen Atas
WISATA
Eksotisme Rinjani

 
Merintis Bank KUD
KUD alias Koperasi Unit Desa bakal punya bank sendiri. Ini bukan sekadar wacana, jalan ke arah itu tengah dirintis oleh Puskud Jatim melalui uji coba pengembangan USP Terintegrasi, melibatkan KUD se Jawa Timur. Siapa saja investornya?
“Rencana pendirian Bank KUD bukan ide yang muncul ujug-ujug (tiba-tiba),’’ kata Ketua Umum Puskud Jatim, Mardjito GA, saat di wawancara PIP beberapa waktu lalu di Surabaya. Segenap jajaran direksi dan pengurus Puskud mulai merintis ide besar sejak beberapa tahun lalu. Mereka punya impian bersama, yaitu memiliki lembaga keuangan sendiri yang bisa membiayai aktivitas anggota. Embrio Bank KUD, lanjut tokoh koperasi kelahiran Kediri 1954 ini, dirintis sejak tiga tahun lalu melalui pengembangan Unit Simpan Pinjam (USP) Terintegrasi di sejumlah KUD. Guna mengusung program tersebut, Puskud mengalokasikan pinjaman sebesar Rp 100 juta bagi setiap KUD yang ikut USP Terintegrasi.

Minat KUD mengikuti program ini boleh dibilang lumayan. Dari 702 KUD yang tersebar di seluruh Jatim, sebanyak 65 KUD telah tergabung dalam program USP Terintegrasi. Ke depan, suami Siti Maropah ini optimis, bakal banyak KUD yang akan mengikuti program tersebut. Apalagi USP merupakan salah satu unit usaha paling potensial dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan dana anggota koperasi.

Di tengah keterpurukan KUD aki­bat citra masa lalu, kehadiran USP Ter­in­tegrasi bagai angin segar yang dapat mengangkat moril para pengurus untuk kembali menjalankan kiprah usaha koperasi.

Intinya, kata Mardjito yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) utusan Jawa Timur, program ini tak sekadar berbicara di tataran profit motive. Sasaran yang lebih besar adalah pemberdayaan anggota.

Sejak 10 tahun era reformasi bergulir, tukas Mardjito, citra KUD khususnya dan koperasi umumnya boleh dibilang tak beranjak dari lebel buruk sebagai alat ekonomi dan warisan rezim represif Orde Baru. Celakanya, kendati roda pemerintahan telah bergeser ke alam yang lebih demokratis, perlakuan terhadap koperasi tetap saja tidak berubah, yaitu hanya berada di lapisan gurem perekonomian. Perlakuan terhadap koperasi bahkan lebih buruk dibanding rezim sebelumnya.


Pancing Usaha

Diskirminasi kebijakan terhadap KUD, sahut Mardjito, bukan berita baru lagi. Tidak cuma lembaga swasta lain, tapi juga berbagai kebijakan ekonomi pemerintah hampir tidak memihak ke KUD.

Ambil contoh, dalam kasus kredit macet Kredit Usaha Tani (KUT). Peme­rintah mengambil kebijakan pukul rata terhadap KUD yang ngemplang dana KUT dan yang tidak mampu bayar lantaran gagal panen atau force majeur.

”Pengurus KUD diburu-buru seperti maling, bahkan ada yang dijemur oleh kepala daerahnya. Padahal mereka bukannya tidak mau bayar, tetapi hanya lantaran gagal panen. Coba bandingkan dengan pengusaha besar penilep uang BLBI, dibiarkan kabur ke luar negeri, kalaupun tertangkap diperlakukan sangat istimewa. Negeri seperti apa kita ini, yang tidak memberi tempat adil bagi orang kecil,’’ sergah Mardjito masgul.

Seperti yang ia tulis dalam bukunya’ Dari Dusun Dorok Sampai Senayan, Mardjito bertamsil, menimpakan ke­salahan kredit macet anggota pada KUD sama halnya dengan memburu tikus di lumbung padi karena gagal akhirnya lumbungnya yang dibakar.

Belajar dari berbagai paket program kebijakan pemberdayaan koperasi yang lebih sering tidak tepat sasaran, Mar­djito yang juga Ketua Dekopinwil Jatim,
menilai ada ketidakseriusan dari peng­ambil kebijakan ekonomi di tingkat pusat un­tuk peduli koperasi. Itu sebabnya, Pus­kud mengambil inisiatif jemput bola, pemberdayaan anggota melalui USP Terintegrasi. Sehingga stigma KUD tidak layak bank (unbankable) dapat dihapuskan.

Manajemen program ini sepenuhnya dirancang oleh Puskud, sementara KUD yang akan ikut aktivitas ini di­seleksi de­ngan ketat. Hanya KUD berkinerja baik saja yang ikut program ini. Pembagian ke­untungannya juga lumayan, yaitu 70% Puskud dan 30% KUD. Kelak, jika kinerja KUD yang bersangkutan terus membaik, maka bagi hasilnya bisa 50:50.

”USP Terintegrasi ini seperti pancing usaha bagi KUD, agar mereka bisa bangkit seperti dulu, Dan kembali mendapat kepercayaan anggota, yang mayoritas petani,’’ kata Mardjito yang hingga kini masih menjabat Ketua KUD Tani Jaya Puncu Kediri.

Lalu, kapan Bank KUD itu segera terwujud? Langkah awalnya, kata Mar­djito, meningkatkan sebanyak mungkin keikutsertaan KUD anggota Puskud dalam pengembangan USP Terintegrasi. Jika keikutsertaan KUD mencapai 150 unit (hanya 25% saja dari total KUD Jatim--red), Mardjito akan mempresentasikan KUD-KUD tersebut, baik secara nasional maupun internasional sehingga dapat mengundang minat investor. Agar investor tertarik dan mau menanamkan modalnya untuk Bank KUD, maka yang pertama dikerjakan Mardjito adalah membenahi manajemen KUD yang sesuai standar bisnis yang berlaku. KUD harus berbenah dan mampu buktikan diri bahwa bukan yang dulu lagi.

Untuk menuju pembenahan KUD standar itu Puskud Jatim menggeber pelatihan dan pendampingan intensif bagi para pengelola USP, disamping bantuan permodalan tetap. Selain itu, agar KUD tidak gaptek (gagap teknologi) juga diajarkan penerapan teknologi informasi melalui program komputerisasi akuntansi. Untuk pekerjaan ini Puskud bekerjasama dengan Consultan Radian Multi Prima, Malang, dan sekaligus pemasangan jaringan internet untuk memudahkan komunikasi dan mempercepat penyampaian laporan.

Lembaga keuangan lain yang ikut bekerja sama dengan Puskud membiayai USP Terintegrasi antara lain Bank Bukopin dan Bank Jatim. Bahkan Bank Jatim tidak mau repot-repot menyeleksi pengucuran dananya ke KUD. Tugas itu sepenuhnya dipercayakan ke Puskud.

Mardjito dengan Puskudnya, memang serius membenahi kinerja anggota. ” Bagi KUD yang mau dibina ayo bergabung untuk sama-sama maju, bagi yang masih lambat dan ogah-ogahan, ya maaf saja terpaksa kami tinggal,’’ tegasnya.
Upload Date 0
Article Counter 19,174

 
POLLING
  
 Polling tidak berhadiah
 0 Responden
 Ditutup
 [ Lihat Semua Polling ]
  
BULOG, TAK SEKADAR MELAYANI PUBLIK
 Menyambut perayaan Hari Koperasi ke-61 di Jakarta, Perum Bulog akan ambil bagian menjadi peserta pameran yang digelar selama tiga hari, 10-13 Juli 2008.
Topic: Nasional
MEMPERJUANGKAN KESETARAAN
 Tugas Badan Komunikasai Wanita Koperasi (BKWK) salah satunya melakukan pembinaan kelompok strategis di kalangan koperasi wanita. Tujuannya, membentuk sumber daya insani pembangunan koperasi.
Topic: Dekopin
KORBAN PENIPUAN
 Widiyatmoko
widiyatmoko@basf.com
Topic: Dari Pembaca
SEPAKATI IURAN ANGGOTA ICA
 Hasil pertemuan ICA Extraordinary General Assembly di Salone delle Fontane, Roma, Italia, menyepakati pembayaran uang iuran anggota International Co-operative Alliance yang selama ini belum terputuskan.
Topic: Manajemen
BANK DKI-KOPERASI PERKUAT KERJA SAMA
 Bank DKI akan terus memperkuat kerja sama dengan banyak koperasi di wilayah DKI Jakarta, karena terbukti selama ini koperasi yang berhubungan dengan bank kinerjanya cenderung membaik.Pihak bank pun menuntut jajaran koperasi agar semakin profesional.
Topic: Keuangan