Pilih Edisi --
PIP Edisi Nov 2009 PIP Edisi Oct 2009 PIP Edisi Sep 2009 PIP Edisi Aug 2009 PIP Edisi Jul 2009 PIP Edisi Jun 2009 PIP Edisi May 2009 PIP Edisi Apr 2009 PIP Edisi Mar 2009 PIP Edisi Feb 2009 PIP Edisi Jan 2009 PIP Edisi Dec 2008 PIP Edisi Nov 2008 PIP Edisi Oct 2008 PIP Edisi Sep 2008 PIP Edisi Aug 2008 PIP Edisi Jul 2008 PIP Edisi Jun 2008 PIP Edisi May 2008 PIP Edisi Apr 2008 PIP Edisi Mar 2008 PIP Edisi Feb 2008 PIP Edisi Jan 2008 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Nov 2007 PIP Edisi Oct 2007 PIP Edisi Sep 2007 PIP Edisi Aug 2007 PIP Edisi Jul 2007 PIP Edisi Jun 2007 PIP Edisi May 2007 PIP Edisi Apr 2007 PIP Edisi Mar 2007 PIP Edisi Feb 2007 PIP Edisi Jan 2007 PIP Edisi Dec 2006 PIP Edisi Nov 2006 PIP Edisi Oct 2006 PIP Edisi Sep 2006 PIP Edisi Aug 2006 PIP Edisi Jul 2006 PIP Edisi Jun 2006 PIP Edisi May 2006 PIP Edisi Apr 2006 PIP Edisi Feb 2006
Merintis Bank KUD
KUD alias Koperasi Unit Desa bakal punya bank sendiri. Ini bukan sekadar wacana, jalan ke arah itu tengah dirintis oleh Puskud Jatim melalui uji coba pengembangan USP Terintegrasi, melibatkan KUD se Jawa Timur. Siapa saja investornya? “Rencana pendirian Bank KUD bukan ide yang muncul ujug-ujug (tiba-tiba),’’ kata Ketua Umum Puskud Jatim, Mardjito GA, saat di wawancara PIP beberapa waktu lalu di Surabaya. Segenap jajaran direksi dan pengurus Puskud mulai merintis ide besar sejak beberapa tahun lalu. Mereka punya impian bersama, yaitu memiliki lembaga keuangan sendiri yang bisa membiayai aktivitas anggota. Embrio Bank KUD, lanjut tokoh koperasi kelahiran Kediri 1954 ini, dirintis sejak tiga tahun lalu melalui pengembangan Unit Simpan Pinjam (USP) Terintegrasi di sejumlah KUD. Guna mengusung program tersebut, Puskud mengalokasikan pinjaman sebesar Rp 100 juta bagi setiap KUD yang ikut USP Terintegrasi.
Minat KUD mengikuti program ini boleh dibilang lumayan. Dari 702 KUD yang tersebar di seluruh Jatim, sebanyak 65 KUD telah tergabung dalam program USP Terintegrasi. Ke depan, suami Siti Maropah ini optimis, bakal banyak KUD yang akan mengikuti program tersebut. Apalagi USP merupakan salah satu unit usaha paling potensial dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan dana anggota koperasi.
Di tengah keterpurukan KUD akibat citra masa lalu, kehadiran USP Terintegrasi bagai angin segar yang dapat mengangkat moril para pengurus untuk kembali menjalankan kiprah usaha koperasi.
Intinya, kata Mardjito yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) utusan Jawa Timur, program ini tak sekadar berbicara di tataran profit motive. Sasaran yang lebih besar adalah pemberdayaan anggota.
Sejak 10 tahun era reformasi bergulir, tukas Mardjito, citra KUD khususnya dan koperasi umumnya boleh dibilang tak beranjak dari lebel buruk sebagai alat ekonomi dan warisan rezim represif Orde Baru. Celakanya, kendati roda pemerintahan telah bergeser ke alam yang lebih demokratis, perlakuan terhadap koperasi tetap saja tidak berubah, yaitu hanya berada di lapisan gurem perekonomian. Perlakuan terhadap koperasi bahkan lebih buruk dibanding rezim sebelumnya.
Pancing Usaha
Diskirminasi kebijakan terhadap KUD, sahut Mardjito, bukan berita baru lagi. Tidak cuma lembaga swasta lain, tapi juga berbagai kebijakan ekonomi pemerintah hampir tidak memihak ke KUD.
Ambil contoh, dalam kasus kredit macet Kredit Usaha Tani (KUT). Pemerintah mengambil kebijakan pukul rata terhadap KUD yang ngemplang dana KUT dan yang tidak mampu bayar lantaran gagal panen atau force majeur.
”Pengurus KUD diburu-buru seperti maling, bahkan ada yang dijemur oleh kepala daerahnya. Padahal mereka bukannya tidak mau bayar, tetapi hanya lantaran gagal panen. Coba bandingkan dengan pengusaha besar penilep uang BLBI, dibiarkan kabur ke luar negeri, kalaupun tertangkap diperlakukan sangat istimewa. Negeri seperti apa kita ini, yang tidak memberi tempat adil bagi orang kecil,’’ sergah Mardjito masgul.
Seperti yang ia tulis dalam bukunya’ Dari Dusun Dorok Sampai Senayan, Mardjito bertamsil, menimpakan kesalahan kredit macet anggota pada KUD sama halnya dengan memburu tikus di lumbung padi karena gagal akhirnya lumbungnya yang dibakar.
Belajar dari berbagai paket program kebijakan pemberdayaan koperasi yang lebih sering tidak tepat sasaran, Mardjito yang juga Ketua Dekopinwil Jatim,
menilai ada ketidakseriusan dari pengambil kebijakan ekonomi di tingkat pusat untuk peduli koperasi. Itu sebabnya, Puskud mengambil inisiatif jemput bola, pemberdayaan anggota melalui USP Terintegrasi. Sehingga stigma KUD tidak layak bank (unbankable) dapat dihapuskan.
Manajemen program ini sepenuhnya dirancang oleh Puskud, sementara KUD yang akan ikut aktivitas ini diseleksi dengan ketat. Hanya KUD berkinerja baik saja yang ikut program ini. Pembagian keuntungannya juga lumayan, yaitu 70% Puskud dan 30% KUD. Kelak, jika kinerja KUD yang bersangkutan terus membaik, maka bagi hasilnya bisa 50:50.
”USP Terintegrasi ini seperti pancing usaha bagi KUD, agar mereka bisa bangkit seperti dulu, Dan kembali mendapat kepercayaan anggota, yang mayoritas petani,’’ kata Mardjito yang hingga kini masih menjabat Ketua KUD Tani Jaya Puncu Kediri.
Lalu, kapan Bank KUD itu segera terwujud? Langkah awalnya, kata Mardjito, meningkatkan sebanyak mungkin keikutsertaan KUD anggota Puskud dalam pengembangan USP Terintegrasi. Jika keikutsertaan KUD mencapai 150 unit (hanya 25% saja dari total KUD Jatim--red), Mardjito akan mempresentasikan KUD-KUD tersebut, baik secara nasional maupun internasional sehingga dapat mengundang minat investor. Agar investor tertarik dan mau menanamkan modalnya untuk Bank KUD, maka yang pertama dikerjakan Mardjito adalah membenahi manajemen KUD yang sesuai standar bisnis yang berlaku. KUD harus berbenah dan mampu buktikan diri bahwa bukan yang dulu lagi.
Untuk menuju pembenahan KUD standar itu Puskud Jatim menggeber pelatihan dan pendampingan intensif bagi para pengelola USP, disamping bantuan permodalan tetap. Selain itu, agar KUD tidak gaptek (gagap teknologi) juga diajarkan penerapan teknologi informasi melalui program komputerisasi akuntansi. Untuk pekerjaan ini Puskud bekerjasama dengan Consultan Radian Multi Prima, Malang, dan sekaligus pemasangan jaringan internet untuk memudahkan komunikasi dan mempercepat penyampaian laporan.
Lembaga keuangan lain yang ikut bekerja sama dengan Puskud membiayai USP Terintegrasi antara lain Bank Bukopin dan Bank Jatim. Bahkan Bank Jatim tidak mau repot-repot menyeleksi pengucuran dananya ke KUD. Tugas itu sepenuhnya dipercayakan ke Puskud.
Mardjito dengan Puskudnya, memang serius membenahi kinerja anggota. ” Bagi KUD yang mau dibina ayo bergabung untuk sama-sama maju, bagi yang masih lambat dan ogah-ogahan, ya maaf saja terpaksa kami tinggal,’’ tegasnya.
Upload Date 0
Article Counter 19,174
POLLING Polling tidak berhadiah 0 Responden Ditutup [ Lihat Semua Polling ]
BULOG, TAK SEKADAR MELAYANI PUBLIK Menyambut perayaan Hari Koperasi ke-61 di Jakarta, Perum Bulog akan ambil bagian menjadi peserta pameran yang digelar selama tiga hari, 10-13 Juli 2008.
Topic: Nasional MEMPERJUANGKAN KESETARAAN Tugas Badan Komunikasai Wanita Koperasi (BKWK) salah satunya melakukan pembinaan kelompok strategis di kalangan koperasi wanita. Tujuannya, membentuk sumber daya insani pembangunan koperasi.
Topic: Dekopin KORBAN PENIPUAN Widiyatmoko
widiyatmoko@basf.com
Topic: Dari Pembaca SEPAKATI IURAN ANGGOTA ICA Hasil pertemuan ICA Extraordinary General Assembly di Salone delle Fontane, Roma, Italia, menyepakati pembayaran uang iuran anggota International Co-operative Alliance yang selama ini belum terputuskan.Topic: Manajemen BANK DKI-KOPERASI PERKUAT KERJA SAMA Bank DKI akan terus memperkuat kerja sama dengan banyak koperasi di wilayah DKI Jakarta, karena terbukti selama ini koperasi yang berhubungan dengan bank kinerjanya cenderung membaik.Pihak bank pun menuntut jajaran koperasi agar semakin profesional. Topic: Keuangan