Pilih Edisi --
PIP Edisi Nov 2009 PIP Edisi Oct 2009 PIP Edisi Sep 2009 PIP Edisi Aug 2009 PIP Edisi Jul 2009 PIP Edisi Jun 2009 PIP Edisi May 2009 PIP Edisi Apr 2009 PIP Edisi Mar 2009 PIP Edisi Feb 2009 PIP Edisi Jan 2009 PIP Edisi Dec 2008 PIP Edisi Nov 2008 PIP Edisi Oct 2008 PIP Edisi Sep 2008 PIP Edisi Aug 2008 PIP Edisi Jul 2008 PIP Edisi Jun 2008 PIP Edisi May 2008 PIP Edisi Apr 2008 PIP Edisi Mar 2008 PIP Edisi Feb 2008 PIP Edisi Jan 2008 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Nov 2007 PIP Edisi Oct 2007 PIP Edisi Sep 2007 PIP Edisi Aug 2007 PIP Edisi Jul 2007 PIP Edisi Jun 2007 PIP Edisi May 2007 PIP Edisi Apr 2007 PIP Edisi Mar 2007 PIP Edisi Feb 2007 PIP Edisi Jan 2007 PIP Edisi Dec 2006 PIP Edisi Nov 2006 PIP Edisi Oct 2006 PIP Edisi Sep 2006 PIP Edisi Aug 2006 PIP Edisi Jul 2006 PIP Edisi Jun 2006 PIP Edisi May 2006 PIP Edisi Apr 2006 PIP Edisi Feb 2006
USP Jadi Andalan Primkopal Juanda
USP dan unit parkir Primkopal Lanudal Juanda Surabaya menjadi usaha andalan. Sayangnya, unit parkir masih terkendala terkait pembagian hasil pengelolaan parkir. Sejak April 2004 USP Primkopal Lanudal Juanda Surabaya telah dikelola secara otonom. Dana yang dikelola unit ini mencapai Rp 3,9 miliar. Meski demikian menurut Kepala Bidang Usaha, Kapten Laut Marsono, kemampuan untuk melayani anggota belum maksimal. Hal tersebut disebabkan jumlah peminjam dengan jumlah uang yang dipinjam belum seimbang. Imbuh Marsono yang saat itu didampingi Sekretaris Abdul Ma’som, mengungkapkan sejak 2004 jumlah peminjam selalu membludak. Plafond antara Rp 1 juta - 5 juta telah diberikan keapda 1.200 anggota, dengan total dana sekitar Rp 300 juta.
Bukti adanya pertumbuhan, kini perputaran modalnya telah mencapai angka Rp 800 juta lebih per bulan. Demikian plafond pinjaman juga naik antara Rp 1 – Rp 30 juta, diberikan kepada sekitar 1.500 anggota dari total anggota koperasi sebanyak 1.815 orang. “Kalau bicara cukup ya belum, karena masih beberapa anggota yang terpaksa mengantri untuk mendapatkan kesempatan pinjam pada bulan berjalan berikutnya,” cetus Abdul Ma’som.
Salah satu penyebanya, jelas Marsono adalah perbandingan antara jumlah uang yang masuk dengan yang keluar untuk dipinjam anggota, sangat tidak seimbang. Sementara pemasukan hanya dari potongan gaji untuk golongan Perwira Rp 17 ribu per bulan, Bintara Rp 16.500 per bulan dan golongan Tamtama Rp 16 ribu per bulan.
Sebagai antisipasi kebutuhan dana oleh anggota dimasa mendatang, lanjut Marsono, perlu diambil langkah dalam menggali dana dari anggota sendiri dengan cara menambah simpanan pokok atau dana-dana bentuk lain dari luar bank. Dimana Primkopal di dalam melaksanakan kegiatannya perlu adanya suatu dasar atau keputusan yang diambil oleh Pembina/komandan.
Selain USP, ada beberapa usaha lain yang ikut menambah frofit yaitu Unit Taksi Prima Trans dengan armada sebanyak 516 unit, terdiri 100 unit Taksi Wing dan 416 unit Taksi Prima. Untuk pelayanan kepada pengguna jasa taksi, saat ini juga telah berubah. Sebelumnya masih menggunakan karcis/tiket tetapi sekarang calon penumpang tinggal menyebut tempat tujuan sudah bisa diakses melalui komputer dengan durasi waktu tidak lebih dari 10 detik per tiket.
Unit Taksi Prima mulai beroperasi pada 1999 ini mempunyai tujuan untuk mengatasi ledakan penumpang, terutama yang membawa barang cukup banyak dan tidak bisa diangkut oleh Taksi Prima, misalnya pada Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru dan juga mengakomodasi para TKI. Usaha lain yang juga ditangani Primkopal Juanda adalah Apotik, Pertanian, Rekanan Dinas, Percetakan, Laundry, Porlap, jasa tenaga kerja, Bengkel dan Servis, SPBU dan Parkir.
Namun, untuk usaha yang terakhir itu, tutur Marsono, hingga kini masih menunggu keputusan dari pengadilan. Usaha parkir yang selama ini termasuk berkontribusi besar terhadap pendapatan Primkopal Juanda belum ada titik terang dari PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, untuk menentukan jumlah bagian Primkopal dalam mendapatkan hasil dari pengelolaan perparkiran di Terminal Baru Bandara Juanda.
“Koordinasi terus diupayakan, namun jika tidak segera terealisasikan kami berharap dinas dalam hal ini TNI AL dapat membantu Primkopal, karena pengelolaan Parkir termasuk di dalam kesepakatan bersama antara PT Angkasa Pura I dengan TNI AL,”jelasnya.
Upload Date 0
Article Counter 54,368
POLLING Polling tidak berhadiah 0 Responden Ditutup [ Lihat Semua Polling ]
”KAMI TIDAK MUNGKIN BEKERJA SENDIRI” Kegiatan pembinaan koperasi dan UKM oleh pemerintah dalam lima tahun ke depan, berada dalam kendali Syarief Hasan. Tentu banyak kalangan ingin mengetahui pemikiran dan pandangan Menteri Syarief Hasan, terutama menyangkut langkah yang akan dilakukannya di Kementerian Koperasi dan UKM. Berikut petikan wawancara wartawan PIP Slamet Wijaya dengan Syariefuddin Hasan, yang dilakukan dalam beberapa kali kesempatan.
Topic: Fokus TAMBAH MODAL Redaksi: Anda bisa hubungi koperasi masyarakat yang ada di wilayah Karawang.
Topic: Dari Pembaca MENGAPRESIASI PERAN DAERAH PENGGERAK KOPERASI Tiga puluh dua kabupaten/kota dan satu provinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat mendapat penghargaan sebagai daerah yang sukses menggerakkan pertumbuhan koperasi. Apa saja kriteria untuk meraih rating dan predikat bergengsi itu?Topic: Nasional >> SWAMITRA BERKAT LOAJANAN MAKIN BERSAING, MAKIN UNTUNG Dikepung sejumlah bank besar swasta dan pemerintah, Swamitra Berkat Loajanan justru makin eksis. Pihak manajemen bahkan sudah menyiapkan ekspansi usaha dengan membuka cabang baru di dua lokasi, Samarinda dan Tenggarong. Topic: Swamitra MENUNGGU KREDIT MURAH Kehadiran sebuah lembaga keuangan yang memberikan bunga rendah tentunya banyak ditunggu oleh para pelaku usaha sektor riil. Apalagi pinjaman diberikan tanpa agunan, kendati itu sebuah keniscayaan.Topic: Keuangan