Pilih Edisi --
PIP Edisi Nov 2009 PIP Edisi Oct 2009 PIP Edisi Sep 2009 PIP Edisi Aug 2009 PIP Edisi Jul 2009 PIP Edisi Jun 2009 PIP Edisi May 2009 PIP Edisi Apr 2009 PIP Edisi Mar 2009 PIP Edisi Feb 2009 PIP Edisi Jan 2009 PIP Edisi Dec 2008 PIP Edisi Nov 2008 PIP Edisi Oct 2008 PIP Edisi Sep 2008 PIP Edisi Aug 2008 PIP Edisi Jul 2008 PIP Edisi Jun 2008 PIP Edisi May 2008 PIP Edisi Apr 2008 PIP Edisi Mar 2008 PIP Edisi Feb 2008 PIP Edisi Jan 2008 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Nov 2007 PIP Edisi Oct 2007 PIP Edisi Sep 2007 PIP Edisi Aug 2007 PIP Edisi Jul 2007 PIP Edisi Jun 2007 PIP Edisi May 2007 PIP Edisi Apr 2007 PIP Edisi Mar 2007 PIP Edisi Feb 2007 PIP Edisi Jan 2007 PIP Edisi Dec 2006 PIP Edisi Nov 2006 PIP Edisi Oct 2006 PIP Edisi Sep 2006 PIP Edisi Aug 2006 PIP Edisi Jul 2006 PIP Edisi Jun 2006 PIP Edisi May 2006 PIP Edisi Apr 2006 PIP Edisi Feb 2006
Sibolga Punya Koperasi Berprestasi
Jika pejabat pembina sungguh-sungguh melakukan pembinaan, tidak mustahil koperasi tumbuh berkembang. Buktinya di Sibolga, yang koperasinya sempat
mati suri. Bicara tentang pertumbuhan koperasi di kota Sibolga, Sumatera Utara, sesungguhnya bukan lagi cerita baru. Sejak masih berstatus sebagai ibukota keresidenan Tapanuli, di awal kemerdekaan, sejumlah koperasi sudah berdiri di sana. Antara lain koperasi konsumsi milik koperasi pegawai negeri. Sayangnya, per-
tumbuhannya tidak signifikan, alias: “hidup segan mati tak mau”.
Kondisi seperti ini berlanjut hingga puluhan tahun lamanya. Tidak satupun koperasi dari daerah ini yang pernah tampil, misalnya sebagai koperasi berprestasi atau koperasi terbaik. Jangankan tingkat nasional, untuk tingkat Sumatera Utara pun, tidak sekalipun pernah.
Tapi tunggu dulu. Itu tentunya cerita tempoe doeloe. Tak demikian lagi sekarang ini. Kota pelabuhan Sibolga di pantai barat pulau Sumatera, telah tampil sejajar dengan daerah lain, yang mampu melahirkan koperasi berprestasi. Satu diantaranya adalah Koperasi Pegawai Ru-
mah Sakit Umum (Kopersum) Dr. Ferdinad Lumban Tobing, Sibolga.
Sesuai SK Menteri Koperasi UKM No. 23/Kep/M.KUKM/VII/2009, tanggal 1 Juli, Kopersum telah ditetapkan sebagai Koperasi Berprestasi Nasional Tahun 2009. Untuk itu sebuah penghargaan telah diterima. Hebatnya, penghargaan diserahkan langsung oleh Menegkop UKM, Suryadharma Ali dihadapan Presiden SBY pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-62, di kota Samarinda bulan Juli lalu. Suatu kebanggaan tentunya bagi keluarga besar Kopersum.
Kopersum, yang dikatagorikan sebagai koperasi jenis konsumen punya empat unit usaha, yaitu simpan pinjam, apotik, pertokoan dan kantin. Pada tahun buku 2008 meraup Sisa Hasil Usaha (SHU) senilai Rp. 175,2 juta. Atau meningkat sebesar Rp 30 juta dibanding SHU tahun 2007 sebesar Rp 147 juta. Sedang total asset yang dimiliki tercatat sebesar Rp 934,587 juta.
Tampilnya Kopersum yang dipimpin oleh Richard Pangaribuan, sebagai koperasi berprestasi, tentunya tidak datang begitu saja. Semua itu erat kaitannya dengan keras para pengurus maupun karyawan. Namun dibalik keberhasilan, peranan Pembina, ternyata juga tak bisa diabaikan. Dalam hal ini Benyamin Tarigan, selaku Kepala Dinas Koperindag Sibolga.
Sejak ia dimutasikan dari Medan ke Sibolga pada tiga tahun silam, Benyamin memang sudah punya tekad untuk mendorong bangkitnya koperasi di daerah itu. Koperasum misalnya, langsung dibenahi, dan dipacu untuk tampil di tingkat nasional.
Dibagian lain, Benyamin juga berhasil merangkul walikota untuk meng-APBD-kan sejumlah dana untuk pembinaan koperasi. Jumlahnya, memang tidak banyak, cuma sebesar Rp 500 juta. Tapi kata dia, dana itu setidaknya sudah dapat membantu perkuatan modal bagi kalangan UKM dan koperasi. Apalagi, suku bunganya cukup rendah. “Cuma 10 persen pertahun” ujarnya kepada PIP saat ditemui dikantornya akhir Sptember lalu.
Kepala Seksi Koperasi, AH Batubara yang mendampingi Benyamin mengaku, bahwa pertumbuhan koperasi di Sibolga pada tiga tahun terakhir, cukup menggembirakan. Di sektor keanggotaan misalnya, meningkat menjadi 19.096 orang, dari tadinya sebanyak 10.836 orang. Begitu pula dengan total asset, menjadi sebesar Rp 18,367 miliar pada tahun 2008. Sebelumnya (2006) baru tercatat sebesar Rp 15,8 miliar. Sedang jumlah koperasi di kota itu, tercatat sebanyak 157 unit.
Upload Date 0
Article Counter 54,551
POLLING Polling tidak berhadiah 0 Responden Ditutup [ Lihat Semua Polling ]
KPRI DEPAG KABUPATEN TANGERANG BANGKIT SETELAH BANGKRUT DUA KALI Berpredikat sebagai “Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional”. Itulah kini gelar yang disandang oleh KPRI Depag Kabupaten Tangerang.Topic: Kinerja MENDONGKRAK KEPERCAYAAN PADA KOPERASI Boing Sudrajat, Direktur KSP Dana Nusantara
Baru berdiri, sudah mampu berlari. Itulah gambaran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Nusantara, yang dipimpin Boing Sudrajat. Dibentuk pada 27 Mei 2009, KSP Dana Nusantara sudah mampu menghimpun dana pihak ketiga hingga tembus angka Rp 52 miliar. Ini memang bukan KSP “biasa”. Kecuali bentuknya koperasi yang dilengkapi badan hukum, dalam banyak hal, KSP Dana Nusantara memiliki perbedaan menyolok dengan KSP yang dikenal selama ini.Topic: Suplemen BONEKA SALMA OMSET GEDE EDUKASI OKE Boneka, mainan satu ini sudah tidak asing di telinga anak-anak perempuan. Tapi, boneka yang bernuansakan Islam masih jarang ditemukan. Berkat ide Sukmawati ini, produk boneka Salma sukses di pasar dan turut menanamkan makna kesopanan.Topic: Usaha MODAL TERJANGKAU UNTUNG BERLIPAT Lokasi strategis menjadi faktor penentu larisnya usaha dagang dengan cara mangkal. Sekanjutnya kemasan dan cita rasa yang mampu menggugah lidah untuk ketagihan. Kemudian untuk menambah jumlah keuntungan harus berani ekspansi agar volume penjualannya meningkat. Topic: Laporan Khusus >> DRS. FX SIMAN, KETUA INKOPDIT POLITISI OKE, PRAKTISI KOPERASI OYE FX Siman, begitu namanya disebut, se-
sungguhnya adalah seorang guru. Tapi
dibalik kesibukannya mengajar di sekolah, ia berhasil menempa diri sebagai po-
litisi, sekaligus praktisi koperasi.Topic: Kiprah