Pilih Edisi --
PIP Edisi Nov 2009 PIP Edisi Oct 2009 PIP Edisi Sep 2009 PIP Edisi Aug 2009 PIP Edisi Jul 2009 PIP Edisi Jun 2009 PIP Edisi May 2009 PIP Edisi Apr 2009 PIP Edisi Mar 2009 PIP Edisi Feb 2009 PIP Edisi Jan 2009 PIP Edisi Dec 2008 PIP Edisi Nov 2008 PIP Edisi Oct 2008 PIP Edisi Sep 2008 PIP Edisi Aug 2008 PIP Edisi Jul 2008 PIP Edisi Jun 2008 PIP Edisi May 2008 PIP Edisi Apr 2008 PIP Edisi Mar 2008 PIP Edisi Feb 2008 PIP Edisi Jan 2008 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Nov 2007 PIP Edisi Oct 2007 PIP Edisi Sep 2007 PIP Edisi Aug 2007 PIP Edisi Jul 2007 PIP Edisi Jun 2007 PIP Edisi May 2007 PIP Edisi Apr 2007 PIP Edisi Mar 2007 PIP Edisi Feb 2007 PIP Edisi Jan 2007 PIP Edisi Dec 2006 PIP Edisi Nov 2006 PIP Edisi Oct 2006 PIP Edisi Sep 2006 PIP Edisi Aug 2006 PIP Edisi Jul 2006 PIP Edisi Jun 2006 PIP Edisi May 2006 PIP Edisi Apr 2006 PIP Edisi Feb 2006
”Kami tidak Mungkin Bekerja Sendiri”
Kegiatan pembinaan koperasi dan UKM oleh pemerintah dalam lima tahun ke depan, berada dalam kendali Syarief Hasan. Tentu banyak kalangan ingin mengetahui pemikiran dan pandangan Menteri Syarief Hasan, terutama menyangkut langkah yang akan dilakukannya di Kementerian Koperasi dan UKM. Berikut petikan wawancara wartawan PIP Slamet Wijaya dengan Syariefuddin Hasan, yang dilakukan dalam beberapa kali kesempatan.
Dalam program kerja 100 hari, apa saja yang telah diagendakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM?
Sesuai arahan Presiden kemarin dalam rapat Kabinet Indonesia Bersatu II, saya diminta untuk melanjutkan program-program yang telah dilakukan Pak Suryadharma Ali. Apa yang telah dilaksanakan harus diteruskan, dengan melakukan improvement, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Demikian juga terhadap program yang belum tercapai agar terus dilanjutkan dengan lebih baik lagi. Untuk tugas pertama yang segera kami lakukan adalah memperkuat kelembagaan. Tentunya apa yang dilakukan dan apa yang dicanangkan semua kebijakan akan dijalankan secara konsekuen, semua akan dikerjakan dengan bagus. Namun, untuk mendukung ke arah itu, pola pikir atau mindset pejabat dan staf di Kementerian Koperasi dan UKM perlu diubah. Selain itu harus antisipasif menghadapi setiap persoalan, dan sering turun ke bawah sebagai pelayan publik.
Pola pikir seperti apa yang Anda inginkan dari pejabat dan staf Kementerian Koperasi dan UKM?
Mereka harus berpkir untuk se-
lalu mengoptimalkan kinerjanya, dalam mengembangkan koperasi dan usaha kecil menengah (KUMKM). Jika ini mampu dipenuhi oleh seluruh pejabat di bidangnya dan staf, saya optimistis sistem perekonomian Indonesia bisa lebih kuat, karena KUMKM bisa berperan menjadi fondasi ekonomi nasional yang efektif.
Apa yang menjadi target penting dalam pengembangan KUKM?
Dari seluruh program yang akan dijalankan Kementerian Kopertasi dan UKM, pada intinya harus mampu menciptakan dampak positif yang terukur. Misalnya, usaha skala mikro, naik kelas menjadi skala kecil. Kemudian, usaha kecil naik jadi menegah, dan seterusnya. Khusus pengembangan koperasi, akan akan menjalin kerja sama yang lebih baik lain dengan Dekopin. Sebab, tidak mungkin kami bekerja sendirian. Keterlibatan Dekopin secara lebih intensif dalam kegiatan pengembangan koperasi, akan berdampak baik pada proses kemandirian koperasi.
Anda tampaknya memberikan perhatian khusus pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Apa yang akan Anda lakukan dengan program ini?
KUR akan menjadi salah satu agenda penting dalam 100 hari kerja kami di Kementerian Koperasi dan UKM. Penyaluran skim kredit ini, masih mengalami beberapa kendala, tepatnya belum sepenuhnya sesuai dengan yang direncanakan. Kami akan berusaha menjaga dan menjamin kelancaran kredit KUR. Tidak ada lagi prosedur berbelit yang menghambat pencairannya. Penyaluran KUR juga akan diusahakan agar lebih tepat sasaran, sehingga benar-benar mampu meningkatkan usaha rakyat skala mikro maupun kecil.
Konkretnya, masalah apa yang masih menghambat penyaluran KUR?
Misalnya soal jaminan, yang masih sering diminta oleh bank penyalur KUR. Ini mestinya tidak perlu, karena KUR sudah dijamin pemerintah melalui Perum Jamkrindo dan PT Askrindo, meskipun tidak seluruhnya tapi 70 persen dari jumlah pinjaman. Nanti, kami akan duduk bersama dengan bank dan lembaga penjamin, untuk mencari jalan ke luar dari masalah ini.
Untuk koperasi, apakah Anda akan memberi perhatian khusus pada jenis koperasi tertentu?
Semua koperasi, tentu akan mendapat perhatian. Pembinaan yang akan dilakukan, bukan hanya diarahkan mengembangkan usahanya, tetapi juga harus membangun kemandirian. Tapi, memang ada jenis koperasi tertentu yang perlu mendapat perhatian khusus. Misalnya koperasi simpan pinjam (KSP). Perkembangan koperasi ini cukup baik, tapi belum didukung oleh peraturan yang memadai, termasuk lembaga penjamin bagi simpanan di KSP. Juga Koperasi Unit Desa (KUD), perlu kita berdayakan lagi karena perannya yang penting dalam membantu menciptakan ketahanan pangan nasional. Kami akan mengupayakan, agar KUD kembali menjadi penyalur pupuk bersubsidi pada petani.
Koperasi dan UKM masih memiliki akses yang rendah terhadap pasar. Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini?
Akses terhadap pasar, memang merupakan salah satu kunci bagi perkembangan usaha koperasi dan UKM. Tentu saja ini akan menjadi salah satu konsen kami. Misalnya, mereka dilibatkan dalam kegiat-
an pameran-pameran secara lebih intensif lagi. Kita menyadari betapa strategis produk yang dihasilkan UKM terutama kerajinan, serta produk lainnya sebagai karya kreatif bangsa, sehingga karya kreatif KUKM tersebut merupakan salah satu upaya konkrit terhadap perekonomian nasional. Itu yang harus dipacu terus dan kami akan melakukan fasilitasi mereka untuk menampilkan karya-karyanya agar ditemukan oleh buyer.
Upload Date 0
Article Counter 54,092
POLLING Polling tidak berhadiah 0 Responden Ditutup [ Lihat Semua Polling ]
BONEKA SALMA OMSET GEDE EDUKASI OKE Boneka, mainan satu ini sudah tidak asing di telinga anak-anak perempuan. Tapi, boneka yang bernuansakan Islam masih jarang ditemukan. Berkat ide Sukmawati ini, produk boneka Salma sukses di pasar dan turut menanamkan makna kesopanan.Topic: Usaha URGENSI PEMBERDA YAAN KOPERASI-UKM “Saat ini, ditargetkan 70.000 unit koperasi disurvei untuk mengetahui apakah mereka cukup berkualitas, berkualitas, atau tidak berkualitas.
Topic: Wawasan KPRI DEPAG KABUPATEN TANGERANG BANGKIT SETELAH BANGKRUT DUA KALI Berpredikat sebagai “Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional”. Itulah kini gelar yang disandang oleh KPRI Depag Kabupaten Tangerang.Topic: Kinerja MENUNGGU KREDIT MURAH Kehadiran sebuah lembaga keuangan yang memberikan bunga rendah tentunya banyak ditunggu oleh para pelaku usaha sektor riil. Apalagi pinjaman diberikan tanpa agunan, kendati itu sebuah keniscayaan.Topic: Keuangan ICA AP BANTU KOPERASI KORBAN GEMPA SUMBAR Pertengahan Oktober 2009 lalu, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) baru saja menghadiri Sidang International Co-operatives Alliance Asia Pacific atau ICA AP di Beijing, China. Ketua Umum Adi Sasono, dan Pimpinan Harian Bidang Organisasi dan Kelembagaan Soeryo Bawono didaulat menghadirinya.Topic: Mancanegara