Pilih Edisi --
PIP Edisi Nov 2009 PIP Edisi Oct 2009 PIP Edisi Sep 2009 PIP Edisi Aug 2009 PIP Edisi Jul 2009 PIP Edisi Jun 2009 PIP Edisi May 2009 PIP Edisi Apr 2009 PIP Edisi Mar 2009 PIP Edisi Feb 2009 PIP Edisi Jan 2009 PIP Edisi Dec 2008 PIP Edisi Nov 2008 PIP Edisi Oct 2008 PIP Edisi Sep 2008 PIP Edisi Aug 2008 PIP Edisi Jul 2008 PIP Edisi Jun 2008 PIP Edisi May 2008 PIP Edisi Apr 2008 PIP Edisi Mar 2008 PIP Edisi Feb 2008 PIP Edisi Jan 2008 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Nov 2007 PIP Edisi Oct 2007 PIP Edisi Sep 2007 PIP Edisi Aug 2007 PIP Edisi Jul 2007 PIP Edisi Jun 2007 PIP Edisi May 2007 PIP Edisi Apr 2007 PIP Edisi Mar 2007 PIP Edisi Feb 2007 PIP Edisi Jan 2007 PIP Edisi Dec 2006 PIP Edisi Nov 2006 PIP Edisi Oct 2006 PIP Edisi Sep 2006 PIP Edisi Aug 2006 PIP Edisi Jul 2006 PIP Edisi Jun 2006 PIP Edisi May 2006 PIP Edisi Apr 2006 PIP Edisi Feb 2006
KPRI Depag Kabupaten Tangerang Bangkit Setelah Bangkrut Dua Kali
Berpredikat sebagai “Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional”. Itulah kini gelar yang disandang oleh KPRI Depag Kabupaten Tangerang. Gelar Koperasi Terbaik Nasional, disematkan pada KPRI Depag dengan SK Menteri Koperasi UKM nomor: 23/Kop/M.KUKM/VII/2009,
tertanggal 1 Juli 2009. Untuk itu Ketua dan manajer KPRI Departemen Agama (Depag) Kab. Tangerang, hadir
mengikuti puncak peringatan Hari Ko-
perasi ke-62, yang digelar di Samarinda, Juli lalu. Di tempat inilah penghargaan diterima dari Menegkop UKM, yang waktu itu Suryadharma Ali.
Suatu kebanggaan tentunya, bagi keluarga besar KPRI Depag, lantaran peristiwa ini disaksikan langsung oleh Presiden SBY beserta ibu. ”Lha, mengapa tidak” tutur Hasmuni, Manager KPRI Depag, yang ditemui PIP di kantornya akhir Oktober lalu. Ia mengaku, kala itu dialah yang menerima penghargaan mewakili pengurus.
Tak salah lagi KPRI Depag memang pantas dinobatkan sebagai koperasi berprestasi, mengingat kinerjanya yang punya nilai plus. Perkembangannya pada lima tahun terakhir cukup menggembirakan, kalau tak boleh dikatakan mencengangkan.
Apabila pada tahun 2004 jumlah keanggotaan baru tercatat sebanyak 562 orang, maka tak demikian lagi pada tahun 2008, melonjak menjadi 928 orang. Itu artinya kurun waktu itu jumlah anggota bertambah sebanyak 366 orang. Suatu pertumbuhan yang signifikan dibanding periode sebelumnya.
Seiring dengan pertumbuhan anggota, bisnis usaha juga ikut terdongkrak. Ambil contoh dengan unit usaha simpan pinjam yang merupakan bisnis andalan, volume pinjaman meningkat terus. Jika pada tahun 2004, omset pinjaman masih diatas Rp 1 miliar, maka pada tahun 2008 membengkak menjadi sebesar Rp 2,774 miliar.
Itu belum termasuk omset dari tiga unit usaha lain, berupa toko, jasa niaga dan menjahit baju seragam pegawai. Yang pada tahun 2008 menyumbang pendapatan senilai Rp 17,5 juta. Enaknya, semua unit usaha yang dikelola, mampu memberikan kontribusi untuk mengisi pundi-pundi KPRI Depag.
Apabila misalnya ditotal sejak lima tahun silam, koperasi ini sedikitnya telah menghimpun dana melalui pendapatan Sisa Hasil Usaha (SHU) senilai Rp 1,8 miliar. Sebagai gambaran, KPRI Depag pada tahun 2008 membukukan SHU sebesar Rp 580,5 miliar. Sedang SHU pada tahun 2007, tercatat senilai Rp 441,3 juta.
Ada memang keunggulan tersendiri yang tampak pada kinerja koperasi, yang boleh dikatakan sudah mandiri. Sumber permodalan misalnya, sepenuhnya digali dari kalangan anggota, berupa simpanan pokok, wajib dan sukarela. Totalnya sudah mencapai Rp 1,649 miliar. Dengan struktur permodalan milik sendiri, maka keuntungan yang didapat sepenuhnya masuk ke kocek KPRI Depag.
Dibagian lain kemandirian, tampak pula pada unit usaha yang sudah dikelola secara profesional. Artinya tidak lagi dicampuri oleh pengurus dengan segala tetek bengeknya. Tapi sudah sepenuhnya ditangani oleh manajemen di bawah pimpinan seorang manager, beserta enam orang karyawannya.
Meskipun demikian, prestasi bisa dicapai, tentunya tidak datang begitu saja. Semua itu erat kaitannya dengan adanya rasa kebersamaan diantara sesama pengurus, pengawas maupun pengelola. ”Tanpa adanya kerjasama yang baik diantara semua personil yang ada, mustahil keberhasilan bisa dicapai. Itu sudah pasti” tutur Hasmuni.
Begitupun, imbuhnya lagi. Peran serta dari kepala kantor Depag Kab. Tangerang, Moh. Agus Salim, tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia punya andil besar mendorong tumbuhnya KPRI Depag. Apalagi kata Hasmuni, yang bersangkutan adalah juga ketua KPRI Depag. Jadi wajar kalau koperasi mendapat perhatian.
Tapi jangan dikira perjalanan KPRI Depag selamanya berjalan mulus-mulus saja. Kalaupun sekarang berada pada puncak kejayaan, itu dibangun dari puing-puing kehancuran, oleh para pengurus periode belakangan ini. Jauh sebelumnya, koperasi ini sempat jatuh bangun dua kali, lantaran salah urus.
Peristiwa itu terjadi pada era delapan puluhan. Kala itu KPRI Depag benar-benar memprihatinkan. Berjalan tertatih-tatih, nyaris bangkrut. Padahal KPRI Depag sudah berdiri sejak tahun 1974.
Upload Date 0
Article Counter 53,621
POLLING Polling tidak berhadiah 0 Responden Ditutup [ Lihat Semua Polling ]
KOPERASI PERTANIAN Redaksi: Silakan hubungi Inkoptan, Jl.Bekasi Timur IV No.3 A, Jatinegara, Jakarta Timur, Telp. 021-8503735
Topic: Dari Pembaca BERAGAM PELUANG DI SEKTOR RIIL Judul Buku:
99 Bisnis
Modal Rp 10 Juta
Penyusun:
Indah Ratnaningsih
& Nurul Hidayati
Penerbit : Penebar Plus+
Tahun Terbit: 2009
Jumlah halaman: 356Topic: Rehal MENDONGKRAK KEPERCAYAAN PADA KOPERASI Boing Sudrajat, Direktur KSP Dana Nusantara
Baru berdiri, sudah mampu berlari. Itulah gambaran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Nusantara, yang dipimpin Boing Sudrajat. Dibentuk pada 27 Mei 2009, KSP Dana Nusantara sudah mampu menghimpun dana pihak ketiga hingga tembus angka Rp 52 miliar. Ini memang bukan KSP “biasa”. Kecuali bentuknya koperasi yang dilengkapi badan hukum, dalam banyak hal, KSP Dana Nusantara memiliki perbedaan menyolok dengan KSP yang dikenal selama ini.Topic: Suplemen SIBOLGA PUNYA KOPERASI BERPRESTASI Jika pejabat pembina sungguh-sungguh melakukan pembinaan, tidak mustahil koperasi tumbuh berkembang. Buktinya di Sibolga, yang koperasinya sempat
mati suri.Topic: Daerah PRESTASI KOAPGI MAKIN TINGGI Dibentuk dengan dana hanya Rp 6,1 juta, dalam waktu delapan tahun, koperasi milik awak pesawat Garuda Indonesia ini, melesat dengan aset Rp 161,72 miliar lebih. Kini Koapgi siap memanjakan karyawannya dengan pengadaan rumah.Topic: Kinerja