Pilih Edisi --
PIP Edisi Nov 2009 PIP Edisi Oct 2009 PIP Edisi Sep 2009 PIP Edisi Aug 2009 PIP Edisi Jul 2009 PIP Edisi Jun 2009 PIP Edisi May 2009 PIP Edisi Apr 2009 PIP Edisi Mar 2009 PIP Edisi Feb 2009 PIP Edisi Jan 2009 PIP Edisi Dec 2008 PIP Edisi Nov 2008 PIP Edisi Oct 2008 PIP Edisi Sep 2008 PIP Edisi Aug 2008 PIP Edisi Jul 2008 PIP Edisi Jun 2008 PIP Edisi May 2008 PIP Edisi Apr 2008 PIP Edisi Mar 2008 PIP Edisi Feb 2008 PIP Edisi Jan 2008 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Nov 2007 PIP Edisi Oct 2007 PIP Edisi Sep 2007 PIP Edisi Aug 2007 PIP Edisi Jul 2007 PIP Edisi Jun 2007 PIP Edisi May 2007 PIP Edisi Apr 2007 PIP Edisi Mar 2007 PIP Edisi Feb 2007 PIP Edisi Jan 2007 PIP Edisi Dec 2006 PIP Edisi Nov 2006 PIP Edisi Oct 2006 PIP Edisi Sep 2006 PIP Edisi Aug 2006 PIP Edisi Jul 2006 PIP Edisi Jun 2006 PIP Edisi May 2006 PIP Edisi Apr 2006 PIP Edisi Feb 2006
Prestasi Koapgi Makin Tinggi
Dibentuk dengan dana hanya Rp 6,1 juta, dalam waktu delapan tahun, koperasi milik awak pesawat Garuda Indonesia ini, melesat dengan aset Rp 161,72 miliar lebih. Kini Koapgi siap memanjakan karyawannya dengan pengadaan rumah. Inilah contoh koperasi genuine, yang mampu mengembangkan bisnis dengan tetap memberikan layanan terbaik pada anggotanya. Tambahan lagi, Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (KOAPGI) juga sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya, bahkan aktif melakukan kegiatan sosial.
Ketika dibentuk pada 29 Agustus 2000, namanya yang digunakan adalah Koperasi Awak Garuda Indonesia (KOKAGI). Dengan dana hibah dari Ikatan Awak Garuda Indonesia (IKAGI) sebesar Rp 6,1 juta, koperasi pun mengurus badan hukum dan berbagai dokumen lainnya. Selama satu tahun, pengurus koperasi berkonsentrasi pada pembenahan internal.
KOKAGI memulai debut usahanya, dengan sebuah minimarket sederhana, yang hanya dijagai seorang karyawan. Keberadaan minimarket ternyata dirasakan sangat bermanfaat oleh karyawan Direktorat Operasi, khususnya awak pesawat yang akan berdinas terbang.
Kendati hanya mengoperasikan minimarket sederhana, keberadaan koperasi ternyata menarik minat anggota Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Forum Komunikasi Flight Engineering (FKFE). Mereka pun bergabung dalam koperasi. Untuk mengakomodasi anggota baru, nama KOKAGI pun diubah menjadi
KOAPGI.
Namun, bertambahnya anggota dan perubahan tidak serta merta melecut kegiatan usaha koperasi. Selain karena keterbatasan pengetahuan pengurus dalam mengelola usaha koperasi, juga lantaran minimnya modal. Lompatan besar baru terjadi pada medio 2003. KOAPGI mulai melaju dengan beberapa kegiatan usaha, kendati dalam pelaksanaannya dikerjasamakan dengan pihak lain, seperti developer, dealer kendaraan, suplayer barang elektronik, biro jasa, dan bank.
Sejak saat itu, usaha KOAPGI terus melesat hingga ke level sekarang ini, dengan aset Rp 161,72 miliar lebih. Dengan kantor yang tersebar tiga tempat, yaitu Ruko Pergudangan Bandara Mas, Tangerang, Gedung garuda Sentra Operasi I Bandara Soekarno Hatta, dan Gedung Garuda,
Jl Gunung Sahari Raya, Jakarta, KOAPGI menggertak tiga unit usaha utama, untuk memenuhi kebutuhan anggota. Pertama, unit simpan pinjam,yang menyalurkan pinjaman mencapai Rp 85,916 miliar sepanjang 2008. Pinjaman tersebut, sebagian besar memang berasal dari bank, namun KOAPGI berperan sebagai executing.
Kedua, unit usaha perkreditan, semacam leasing. Melalui unit usaha ini, KOAPGI memberikan fasilitas kredit atau pembiayaan pada anggota, yang membutuhkan barang tertentu. Selama 2008, unit usaha ini mencetak transaksi Rp 4,088 miliar lebih. Ketiga, unit usaha ritel, yang terdiri dari minimarket dan kantin. Selama 2008, unit usaha ini memberikan keuntungan
Rp 656,187 juta.
Menariknya, KOAPGI juga aktif menjalankan kegiatan sosial, yang diberi nama cooperative social responsibility (CSR). Mulai dari menyantuni anak yakin, bakti sosial, pembinaan tukang ojek, bantuan untuk bencana alam, sampai pemberian beasiswa dan pembukaan balai latihan kerja bagi anak masyarakat miskin yang putus sekolah.
Dana SCR KOAPGI, bukan hanya berasal dari alokasi sisa hasil usaha koperasi (SHU), tetapi juga digalang dari anggota. Karena konsistensi dan intensitasnya dalam menjalankan CSR, KOAPGI pernah menyebat penghargaan dari pemerintah, sejajar dengan perusahaan swasta besar yang menjalankan corporate social responsibility.
Besarnya jumlah dana sosial yang digalang dari anggota, menurut Ketua KOAPGI Away Waluya, bukan hanya menunjukkan tingginya tingkat kepedulian sosial para awak pesawat Garuda, tetapi juga besarnya kepercayaan mereka pada KOAPGI. “Mereka tahu, koperasi menggunakan dana tersebut pada kegiatan-kegiatan yang memang sangat membantu masyarakat, khususnya yang kurang mampu,” tutur Away, yang juga Senior Awak Kabin PT Garuda Indonesia.
Selain ini, tingginya tingkat kepuasan anggota terhadap layanan KOAPGI, juga mendorong mereka bersedia menyisihkan uangnya untuk kegiatan sosial. “Sejak awal, koperasi ini dibentuk untuk memberikan layanan terbaik pada anggota. Kita konsisten menjalankannya, sampai sekarang,” imbuh Away.
Anggota KOAPGI, uniknya, tidak berkumpul di satu tempat, tetapi tersebar di berbagai tempat, termasuk di kantor perwakilan Garuda Indonesia di luar negeri. Tapi KOAPGI tetap memberikan pelayanan yang sama, pada anggota yang ada di mana saja. Terlebih, sekarang KOAPGI mulai menerapkan teknologi mobile untuk memberi kemudahan dan kenyamanan pada anggota. “Misalnya, untuk mengetahui SHU, dan sisa pinjaman, bisa diakses lewat SMS di handphone,” ungkap Bobby Budiaman, Sekretaris KOAPGI.
Upaya KOAPGI untuk tetap bisa memberikan layanan terbaik pada anggota, tentu saja akan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawannya. Karena itu, KOAPGI juga selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Sekarang ini, KOAPGI bahkan sedang membangun perumahan untuk karyawan, di atas lahan 3000 meter. “Ini murni kegaitan non-profit, karena tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan,” ungkap Bobby.
Namun, setelah berjalan, melalui informasi dari mulut ke mulut, ternyata banyak juga anggota yang berminat. Karena adanya kepercayaan yang tinggi dari bank, maka KOAPGI memperluas program perumahan, hingga menjadi sebuah unit usaha baru. Komplek perumahan yang dibangun, menggunakan konsep kluster, yang menjadi tren untuk perumahan kelas menegah atas. Harganya dimulai dari Rp 150 jutaan, dengan pembiayaan dari KPR bank BRI hingga 15 tahun.
Dengan kinerja yang terus meningkat, saat ini KOAPGI menjadi salah satu koperasi yang menjadi ikon keberhasilan pembangunan koperasi di Banten. Pada 14 Juli 2008, KOAPGI mendapat penghargaan dari Gubernur Banten, sebagai Koperasi Terbaik dan Berprestasi di wilayah Banten. Sebelumnya, pada 2006, KOAPGI bahkan sudah masuk dalam deretan Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional.
Kendati sudah berada di level ki-
nerja yang tinggi, seperti ditegaskan Away Waluya, KOAPGI tidak akan berhenti untuk bekerja keras, untuk mencapai level yang lebih tinggi lagi. Sebab, makin tinggi pencapaian kinerja KOAPGI, maka makin besar pula manfaat yang ditebarnya, baik untuk anggota, karyawan, maupun masyarakat sekitar.
Upload Date 0
Article Counter 52,804
POLLING Polling tidak berhadiah 0 Responden Ditutup [ Lihat Semua Polling ]
MANISNYA BERBISNIS ALA FRANCHISE Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pertumbuhannya terus meningkat. Akhir 2008 sesuai BPS mencatat 51 juta unit. Tak dipungkiri jumlah tersebut terus bertambah seiring makin kreatif dan inovatifnya masyarakat melakukan usaha yang beragam muncul sepanjang musim. Topic: Laporan Khusus KPRI DEPAG KABUPATEN TANGERANG BANGKIT SETELAH BANGKRUT DUA KALI Berpredikat sebagai “Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional”. Itulah kini gelar yang disandang oleh KPRI Depag Kabupaten Tangerang.Topic: Kinerja BERAGAM PELUANG DI SEKTOR RIIL Judul Buku:
99 Bisnis
Modal Rp 10 Juta
Penyusun:
Indah Ratnaningsih
& Nurul Hidayati
Penerbit : Penebar Plus+
Tahun Terbit: 2009
Jumlah halaman: 356Topic: Rehal BONEKA SALMA OMSET GEDE EDUKASI OKE Boneka, mainan satu ini sudah tidak asing di telinga anak-anak perempuan. Tapi, boneka yang bernuansakan Islam masih jarang ditemukan. Berkat ide Sukmawati ini, produk boneka Salma sukses di pasar dan turut menanamkan makna kesopanan.Topic: Usaha MENGAPRESIASI PERAN DAERAH PENGGERAK KOPERASI Tiga puluh dua kabupaten/kota dan satu provinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat mendapat penghargaan sebagai daerah yang sukses menggerakkan pertumbuhan koperasi. Apa saja kriteria untuk meraih rating dan predikat bergengsi itu?Topic: Nasional