Pilih Edisi --
PIP Edisi Nov 2009 PIP Edisi Oct 2009 PIP Edisi Sep 2009 PIP Edisi Aug 2009 PIP Edisi Jul 2009 PIP Edisi Jun 2009 PIP Edisi May 2009 PIP Edisi Apr 2009 PIP Edisi Mar 2009 PIP Edisi Feb 2009 PIP Edisi Jan 2009 PIP Edisi Dec 2008 PIP Edisi Nov 2008 PIP Edisi Oct 2008 PIP Edisi Sep 2008 PIP Edisi Aug 2008 PIP Edisi Jul 2008 PIP Edisi Jun 2008 PIP Edisi May 2008 PIP Edisi Apr 2008 PIP Edisi Mar 2008 PIP Edisi Feb 2008 PIP Edisi Jan 2008 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Dec 2007 PIP Edisi Nov 2007 PIP Edisi Oct 2007 PIP Edisi Sep 2007 PIP Edisi Aug 2007 PIP Edisi Jul 2007 PIP Edisi Jun 2007 PIP Edisi May 2007 PIP Edisi Apr 2007 PIP Edisi Mar 2007 PIP Edisi Feb 2007 PIP Edisi Jan 2007 PIP Edisi Dec 2006 PIP Edisi Nov 2006 PIP Edisi Oct 2006 PIP Edisi Sep 2006 PIP Edisi Aug 2006 PIP Edisi Jul 2006 PIP Edisi Jun 2006 PIP Edisi May 2006 PIP Edisi Apr 2006 PIP Edisi Feb 2006
Mendongkrak Kepercayaan pada Koperasi
Boing Sudrajat, Direktur KSP Dana Nusantara
Baru berdiri, sudah mampu berlari. Itulah gambaran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Nusantara, yang dipimpin Boing Sudrajat. Dibentuk pada 27 Mei 2009, KSP Dana Nusantara sudah mampu menghimpun dana pihak ketiga hingga tembus angka Rp 52 miliar. Ini memang bukan KSP “biasa”. Kecuali bentuknya koperasi yang dilengkapi badan hukum, dalam banyak hal, KSP Dana Nusantara memiliki perbedaan menyolok dengan KSP yang dikenal selama ini. Layaknya sebuah bank modern, pengelolaan KSP yang berkantor di Plaza Great River Indonesia, Ground Floor, kawasan bis-
nis Kuningan, Jakarta ini, sejak awal sudah didukung sistem online. Bahkan, siapapun bisa menjadi anggota, hanya dengan mengakses website www.koppsp.com. Fasilitas ATM juga tersedia, untuk anggota yang memiliki coop card. Belum lagi fasilitas mesin EDC mobile payment, yang dapat disewa anggota untuk membantu usaha mereka.
Dengan segala kelebihannya, KSP Dana Nusantara benar-benar telah melesat tinggi, meninggalkan citra “manajemen warungan” yang selama ini masih banyak disematkan pada koperasi. Eloknya, KSP dana Nusantara siap menjalin kerja sama dengan KSP-KSP lain di Indonesia, dengan memanfaatkan ja-
ringan online yang telah tersedia. Jika ini terjadi, gerakan KSP di tanah air, niscaya bakal melakukan lompatan besar, bersaing secara diametral dengan perbankan.
Boing Sudrajat, adalah salah satu tokoh yang membidani lahirnya KSP Dana Nusantara, yang kemudian didaulat untuk sekaligus memimpin kepengurusannya. Bagaimana persisnya sepak terjang KSP Dana Nusantara? Berikut penuturannya saat berwawancara dengan Irsyad Muchtar dari PIP.
KSP Dana Nusantara lahir dengan sosok seperti lembaga keuangan mo-
dern. Apa yang menjadi dasar pemikiran pembentukannya?
Salah satu persoalan krusial yang masih banyak menghinggapi koperasi Indonesia, adalah soal kepercayaan masyarakat. Terlebih koperasi yang bergerak di jasa keuangan, kepercayaan adalah faktor kunci. Memang, ada sejumlah koperasi simpan pinjam yang berkembang dengan baik. Tapi pada umumnya mentok pada tingkat tertentu, yang levelnya masih jauh di bawah bank. Dengan KSP Dana Nusantara, kita berusaha untuk mendobrak masalah ini.
Melalui pengelolaan profesional yang didukung teknologi online dan sarana modern lainnya, kita bangun kepercayaan masyarakat ke level yang paling tinggi. Sejauh ini, cukup berhasil. Buktinya, hanya dalam waktu sekitar enam bulan, KSP Dana Nusantara mampu menghimpun dana masyarakat sampai Rp 52,143 miliar, melalui tiga produk simpanan, yaitu Simpos, Sijaka, dan Sijaka Prioritas.
Ada pendekatan khusus yang dilakukan?
Tentu saja. Agar efektif dan efisien, kita melakukan pendekatan pa-
da sebuah kelompok, asosiasi-asosiasi, dan komunitas. Kita tidak mungkin menjelaskan berbagai ke-
unggulan dan keuntungan berga-
bung dengan koperasi, pada masya-
rakat luas sekaligus. Karena banyak hal yang perlu dijelaskan secara khusus. Tapi, kita juga tidak mungkin melakukan pedekatan secara face to face, one by one. Itu malah tidak efisien. Pokoknya, kita harus rajin da-
tang ke sebuah komunitas yang potensial, untuk mempresentasikan keunggulan koperasi kita, dan manfaat atau keuntungan yang bisa mereka
peroleh kalau bergabung. Tapi, sekali lagi, yang ditekankan di sini adalah bagaimana kita membangun kepercayaan mereka. Kalau untuk menabung, yang pertama kali mereka percaya kan di bank. Nah, tugas kita adalah memberi alasan paling rasional, mengapa mereka harus menabung di KSP Dana Nusantara.
Penggunaan teknologi canggih oleh KSP Dana Nusantara, tentu membutuhkan biaya besar, terutama dalam pengadaannya. Bagaimana menutup high cost ini?
Mendapat kepercayaan tinggi da-
ri masyarakat itu tidak mudah, dan tidak murah. Terlebih untuk urusan
uang. Tidak cukup hanya dengan bicara saja. Kita juga harus menyediakan fasilitas yang memadai untuk memberikan layanan terbaik. Dalam bisnis jasa keuangan, fasilitas online itu sebetulnya sudah standar. Cost pengadaan
dan maintenance-nya memang cukup besar, tapi tidak masalah selama kita berhasil mendapat kepercayaan yang besar pula dari masyarakat. Dalam jangka panjang, teknologi itu malah akan mengefisienkan operasional kita.
Juga, memudahkan koperasi untuk
bekerja sama dengan pihak lain. Misalnya, dengan PT Pos Indonesia. Kerja sama ini, telah menghubungkan KSP Dana Nusantara dengan lebih dari 3000 titik layanan. Jadi, anggota yang mau menyimpan uangnya di koperasi, bisa melakukannya melalui layanan kantor-kantor PT Pos, yang sudah terhubung secara online. Agar menarik, kita juga memberikan berba-
gai gimmick berupa hadiah spesial seperti yang dilakukan bank
Apakah penggunaan teknologi, kerja sama dengan pihak lain sampai pemberian gimmick untuk penabung, menjadikan cost of fund di KSP Dana Nusantara jadi membengkak, bahkan lebih tinggi dari bank?
Peningkatan cost of fund, memang tak terhindarkan. Tapi, di banding bank, di koperasi rate-nya bisa lebih fleksibel. Terlepas dari itu, kita lebih banyak menggenjot penghimpunan dana dari tabungan biasa dibanding tabungan berjangka. Bunga tabung-
an biasa, berkisar 4,5 persen, sedangkan tabungan berjangka bisa 11 persen. Target KSP Dana Nusantara, komposisi dana pihak ketiga, adalah 70 persen tabungan dan 30 persen tabungan berjangka. Untuk tabungan berjangka pun, kita sangat memperhitungkan spreading risk. Jumlah
simpanan yang kecil, kita beri bunga lebih besar dari simpanan yang lebih besar. Misalnya, di bawah Rp 100 juta bisa sampai 13 persen, sedangkan di atas 100 juta 12,5 persen atau lebih kecil lagi.
Kalau begitu, KSP Dana Nusantara cenderung memperbanyak jumlah anggota.
Betul. Lebih banyak, lebih ba-
gus. Karena itu, kita juga bekerja sama dengan Dekopin. Saat ini, KSP
Dana Nusantara sudah memiliki
anggota dan calon anggota sekitar 59 ribu orang. 400-an orang di antaranya di Jakarta. Selebihnya, tersebar di daerah-daerah. Dana sim-
panan dari anggota, sebetulnya sangat baik, karena tidak mudah ke luar masuk. Selama mereka menjadi anggota, dana itu tetap ada. Karena itu, kami sedang mempertimbangkan untuk menurunkan jumlah simpanan pokok yang saat ini dipatok Rp 1 juta.
Menghimpun dana dalam jumlah besar, tentu saja biayanya juga tinggi.
Lantas, ke mana KSP Dana Nusantara menyalurkannya?
Untuk penyaluran dana, kita bekerja sama dengan Koperasi Nusantara, yang sudah punya jaringan 211 kantor layanan di seluruh Indonesia. Koperasi ini juga bergerak melalui jalinan kemitraan dengan pihak lain, termasuk dalam hal menyalurkan pin-
jaman atau pembiayaan. Termasuk pinjaman mikro untuk para pensiunan di seluruh Indonesia. Tapi dana yang kita salurkan sebagai pinjaman, kita batasi sebesar 70 persen dari seluruh dana yang terhimpun.
Pembatasan ini kami lakukan untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu, misalnya banyak anggota yang menarik dananya. Di koperasi kan belum ada sistem interlanding seperti bank. Lembaga penjaminan simpanan pun belum ada. Mudah-mudahan dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 9/1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi, nanti dimasukkan perlunya diadakan lembaga penjamin khusus untuk koperasi simpan pinjam.
Upload Date 0
Article Counter 53,240
POLLING Polling tidak berhadiah 0 Responden Ditutup [ Lihat Semua Polling ]
MANISNYA BERBISNIS ALA FRANCHISE Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pertumbuhannya terus meningkat. Akhir 2008 sesuai BPS mencatat 51 juta unit. Tak dipungkiri jumlah tersebut terus bertambah seiring makin kreatif dan inovatifnya masyarakat melakukan usaha yang beragam muncul sepanjang musim. Topic: Laporan Khusus USP JADI ANDALAN PRIMKOPAL JUANDA USP dan unit parkir Primkopal Lanudal Juanda Surabaya menjadi usaha andalan. Sayangnya, unit parkir masih terkendala terkait pembagian hasil pengelolaan parkir. Topic: Daerah BERAGAM PELUANG DI SEKTOR RIIL Judul Buku:
99 Bisnis
Modal Rp 10 Juta
Penyusun:
Indah Ratnaningsih
& Nurul Hidayati
Penerbit : Penebar Plus+
Tahun Terbit: 2009
Jumlah halaman: 356Topic: Rehal MARI MEMBERI “Rahasia kemakmuran adalah kedermawanan, karena dengan membagi kepada orang lain, hal baik yang akan diberikan dalam kehidupan kita, bahkan berkelimpahan.”
-- J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania, tinggal di India.Topic: Manajemen URGENSI PEMBERDA YAAN KOPERASI-UKM “Saat ini, ditargetkan 70.000 unit koperasi disurvei untuk mengetahui apakah mereka cukup berkualitas, berkualitas, atau tidak berkualitas.
Topic: Wawasan